Minggu, 13 Oktober 2013

ISON KOMET YANG DINANTIKAN (NOVEMBER 2013)



Sudah satu tahun lebih sejak ditemukannya keberadaaan komet ISON menjadi perbincangan yang sangat menarik baik dikalangan astronom maupun masyarakat luas. Komet ISON merupakan jenis komet non periodik, ditemukan pada bulan September 2012 oleh astronom amatir asal Rusia : Vitaly Nevsky dan Artyom Novichonok. Nama ISON diambil dari nama fasilitas yang dipakai untuk menemukannya, International Scientific Optical Network (ISON). Komet ini dipercaya baru memasuki tata surya pertama kali dalam 110.000 tahun terakhir.


Berdasarkan banyaknya debu yang ditumpahkan Komet ISON, para peneliti memperkirakan bahwa inti komet ini kemungkinan berukuran antara 0,12 mil dan 1,2 mil di (0,2-2 km). Perkiraan lain menyebutkan intinya berukuran 3 mil (5 km). Komet ISON dikategorikan berukuran sedang atau mungkin sedikit lebih kecil dari komet pada umumnya. Inti komet ini masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan komet raksasa lainnya seperti komet Hale-Bopp yang memiliki inti sebesar 19 mil (30 km) yang menerangi langit malam Bumi saat melintas dekat Matahari pada tahun 1997.

Jarak terdekat Komet ISON dengan Bumi akan mencapai 64 juta km pada 26 Desember 2013. ISON akan melintas pada jarak 40 juta mil (64 juta km) dari permukaan Bumi. Namun waktu terbaik untuk dapat melihat komet ISON adalah ketika komet memasuki lintasan terdekatnya terhadap matahari (perihelion), karena pada saat tersebut panas optimal dari matahari dapat menghamburkan berbagai partikel komet yang akan tampak sebagai cahaya terang/ ekor komet.  Komet ISON akan memasuki perihelionnya dengan jarak kurang dari 1,2 juta km pada tanggal 28 November 2013. Waktu terbaik bagi wilayah Indonesia untuk dapat menyaksikan komet ini adalah saat pagi hari.

Saat menempati titik perihelionnya, diperkirakan komet ISON akan melebihi terangnya Bulan purnama. ISON juga akan tampak sepanjang November hingga Desember. Pada akhir November Komet ISON akan bisa dilihat dengan jelas di arah Timur saat pagi/dini hari dan Barat/posisi terbenamnya matahari saat sore hari.

Suatu komet akan tetap dapat mengorbit pada lintasannya apabila jarak perihelionnya masih dapat memungkinkan inti tidak habis/meleleh/hancur oleh panasnya permukaan matahari, dalam hal ini karena jarak perihelion komet ISON begitu dekat dengan permukaan matahari, sebagian kalangan meragukan komet ini dapat berhasil utuh melintas dan menjauhi matahari.

Pada umumnya komet hanya akan meninggalkan jejak di belakangnya, dalam kasus ini, karena komet bergerak sangat dekat dengan Matahari, apabila komet ISON berhasil lolos dari panasnya permukaan matahari maka akan ada pula partikel disekitar permukaan matahari yang akan ikut terbawa. Itu artinya bumi akan menerima 2 kali hamburan pertikel komet yaitu saat komet melintasi bumi untuk mencapai perihelionnya dan ketika komet melintasi bumi untuk mencapai apehelionnya sambil membawa partikel lain di sekitar permukaan matahari.

Karena ukuran partikel debu yang sangat kecil, diperkirakan partikel debu komet ISON takkan menimbulkan hujan meteor seperti pada umumnya. Hujan meteor langka nantinya akan tampak lebih menyerupai awan biru bercahaya. Fenomena ini disebut noctilucent atau awan bercahaya malam hari

Kecepatan bergerak komet ISON diperkirakan mencapai 100.000km/jam dengan  kecepatan jatuhan debu ketika memasuki lapisan mesosfer 200km/jam. Berdasarkan simulasi komputer yang dilakukan ilmuwan dengan melihat pergerakan ISON dan debu yang ditinggalkannya, hujan meteor diperkirakan akan terjadi pada 12 Januari 2014.

2 komentar:

  1. Mantab ini. Hujan meteor 2014, meteor garden :D pasti nya kapan tuh pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jadwal rutinnya :D http://wahyudwiaprianto.blogspot.com/2009/05/cerita-kecil-tentang-bintang.html

      Hapus